Aku bersyukur bisa terlahir didunia ini walau penuh dengn banyak kekurangan karena itulah aku bisa mengenal cinta yg sampai saat ini Alhamdulillah aku masih bisa merasakannya walau pada kenyataannya cinta itu tak bersamaku pada saat ini…
Awalnya, aku seperti anak-anak lainnya yang masih belum mengenal cinta.
untuk mengenalnya saja, aku takut akan mengalami jatuh bangun....
Tapi bila untuk memahaminya tidaklah sukar bagiku.
Pengenalan cinta dalam tahapan serius telah kulakukan kala raga ini melaksanakan fardhu pendidikan jenjang sekolah menengah atas atau biasa disebut SMA..
Ketika masa SMA melalui takdirku, aku pernah menjadi panitia MOS atau biasa disebut Masa Orientasi Siswa..
Pastinya secara kodrat juga aku akan dikenali oleh para peserta MOS dikarenakan kepanitiaanku pada saat itu..
Sehubungan dengan adanya sifat pemalu yang sedari kecil selalu setia menemaniku jadinya ku tak terlalu menghiraukan para peserta MOS,
yg ada dipikiranku hanyalah tanggungjawab akan kepanitiaan ini..
3 hari berlalu dan MOSpun usai,
begitu juga dengan masa kepanitiaanku pada saat itu.
Hari-hari berlalu dan kurasakan seperti biasa saja,
karena sudah kodratnya aku menjadi kk kelas makanya banyak adik-adik kelas yang memanggil saya kk…
Namun, setelah ditela’a dan diteliti, ternyata ada yang berbeda,,
ada seorang dari salah satu peserta MOS pada saat itu yang mengirimi pesan singkat ke Hpku sebutlah namanya gadis.. dan isinya hanyalah biasa saja, yang memberitahukan bahwa gadis tidak jadi untuk mengikuti ekskul OSIS..
Lalu, pikirku melayang sembari bergumam dalam hati..
“hubungannya denganku apa???
Padahal aku bukanlah seorang ketua OSIS,,
lalu mengapa gadis memberitahukannya padaku…
lanjut pikirku,
mungkin gadis menaruh rasa simpati..
langsung saja, sadarku memotong khyalanku…
tidaklah mungkin gadis akan menyukaiku..
aku sadarlah akan kekuranganku..
kekurangan yang selalu menonjol serta olok-olokkan dari teman-teman...
namun ku tahu,,
jika Allah meridhai pastinya semua akan berbalik..
dan aku menjadi baik adanya
Dan ternyata,
tanpa kusadari perlahan Allah meridhai akan perkenalanku dengan sii gadis ayu nancantik yang sangat ku sayangi itu..
Hari-hari berlalu dengan indah dan dengan senyuman gadis..
Tak jarang, aku selalu saja mengikat janji dengannya untuk pulang bersama..
Hubungan qt semakin dekat melebihi batas hubungan antara kk dan adik kelas..
ingin rasanya ku ungkapkan rasa yang ada dalam hati ini,,
tapi apa daya..
ternyata teman sedari kecilku yang semakin kuat dan selalu saja menguasaiku yaitu sifat pemaluku yang tak mungkin aku tinggalkan..makanya niatku untuk mengungkapkan itu semua ku urungkan..
dan juga akupun melihat keadaan, bahwa tak mungkinlah sii gadis akan menerimaku menjadi kekasihnya, pikirku bagaikan ibarat embun disiang bolong..
dengan melupakan sejenak sifat pemalu ini kujalani hubungan tanpa ada ikatan ini dengan si gadis..
Awalnya, biasa saja..
namun lama kelamaan tidaklah biasa,
si gadis mulai menanyakan tentang hubungan ini..
hubungan dekat yang telah kita jalani selama ini...
lama sudah menjalani kedekatan mengapa belum ada juga kata kesepakatan dari aku..
akupun tak sanggup menjawab dan hanya diam saja…
jujur, akupun tak tau harus menjawab apa..
tapi,, sejujurnya aku mengerti dengan pertanyaan yang telah dilontarkan..
Lalu,,
dengan penuh rasa percaya diri dan dengan penuh keberanian akupun mengungkapkan perasaanku pada gadis lewat pesan singkat,,yang kurasakan pada saat itu adalah semua rasa yang belum pernah kurasakan..
sayang-disayang sii gadis tidak menerimaku dan hanya menjawab..
jikalau mengungkapkan cinta hanya lewat pesan singkat
berarti cinta itu hanyalah cinta dibibir saja,,
dan orang manado sering menyebutnya dengan istilah cinta dimulu
atau lebih ngetop dengan istilah LALAMULU..
hehhehheheheee
namun pada saat itu istilah tersebut belum dilahirkan.
Terlepas dari istilah tersebut,,
muncul keberanian yang lebih kuat untuk menyatakan perasaan ini secara langsung..
agar supaya bisa mendapatkan kebahagiaan...
perasaan gugup,
cemas,
takut
dan malu tentunya hinggap di dada ini..
namun apalah arti semua itu dibandingkan dengan rasa ingin membahagiakan si gadis
mungkin gadis akan lebih bahagia bila memilki hubungan denganku...
dan sampai saat inipun Demi Allah tak ada niat bagiku dari sejak awal inginmemilikinya
hanya saja aku ingin membahagiakannya karena kusadar bila kuingin memilikinya,
masih banyak lelaki diluar sana yang lebih pantas untuk memilikinya
namun bila ingin membahagiakannya akupun merasa aku sangatlah pantas untuk membahagiakannya..
membahagiakannya karena Allah SWT
Alhasil,,
Allah memang meridhai hubungan ini…
Disekolah kantin tempat makan, kuberanikan diri mengikat janji dengannya untuk mengungkapkan perasaanku..
Dan Alhamdulillah…..
Mulai dari saat itulah aku sangat menyukai angka delapan
yang selalu saja membawa hoki bagiku,
dikarenakan pada saat tanggal 1 agustus bulan delapan tahun 2008 jam 8 pada hari jumat,,
aku dan gadis resmi menjadi sepasang kekasih.. 01-08-08
Hari-hari terus berlalu,
jalan panjang penuh liku, namun biarpun jalan berliku asalkan bersama si gadis tak mengapalah…
hari-hariku menjadi indah dengan hadirnya gadis
dan selalu bahagia walau terkadang banyak sekali bebatuan kecil yang melintasi hunbungan ini..
wajarlah,, sii gadis sangatlah cantik melebihi standarisasi perempuan yang cocok denganku
suatu saat, ketika ada waktu luang..
aku meminta gadis untuk berkunjung kerumahku..
(sekalian pamer kepada sanak saudara bahwa aku punya pacar yang cantik)
kala itu aku menjemput gadis dirumahnya,
namun sayang karena masih malu,, aku hanya menjemputnya di depan gang rumahnya..
kulihat dari kejauhan, gadis senyum sumringah..
(mungkin dia senang karena pangerannya menjemput dia) hehhhehhheeee
hatiku juga tak kala senangnya karena melihat sang pujaan hati yang cantik tersenyum sumringah
sesampainya dirumahku...
sayang ibuku tercinta tidak ada ditempat..
padahal sudah kujanjikan akan membawa gadis..
yang ada hanyalah tanteku dan adikku..
mereka juga senang melihat gadiss
sembari memuja bahwa gadis cantik melebihi kecantikan difoto yang sering kutunjukkan pada mereka
dan gadisku yang cantik itu, memintaku untuk melihat kamarku...
sontak akupun menjadi malu...
namun untung saja,, kamarku telah kurapikan sebelum aku menjemputnya..
ketika dilihatnya kamarku, gadis hanya senyum saja..
akupun membalas senyumannya......
mulai dari saat itulah..
gadis menjadi orang pertama dalam hidupku...
seorang gadis yang pertama kukenali pada keluargaku..
seorang gadis yang pertama melihat kamarku..
seorang gadis yang paling lama ku puja setelah ibuku...
dan seorang gadis yang paling lama membina hubngan denganku
namun, perlahan,,
semua yang kumilki tentang gadis sirna sudah bak hilang ditelan segiti bermuda
tibalah saatnya yang sangat kusesali sampai pada saat ini,
bahkan menit dan detik ini..
berapa kali telah ku coba mengikhlaskannya..
tapi..
aku hanya manusia biasa yang tidaklah mudah melupakan sesuatu yang pernah kusesali..
mulanya niatku baik adanya hanya untuk sharing bersama teman masalah si gadis..
namun saran bahkan kritik yang diberikan tidaklah masuk diakal..
bahkan akupun dikatakan tidaklah cocok membina hubungan dengan si gadis,
tapi aku tak begitu memperdulikan apa yang dikata temanku itu sebut sajalah sohib..
dan sangat disayangkan lagi..
pada saat yang bersamaan ketika pikiranku lagi berkecamuk,
sohib meminjam hpku, dan tanpa ada rasa ragu sedikitpun aku meminjamkannya..
dan ternyata tanpa sepengetahuanku sohib mengirimi pesan singkat kepada gadis yang isisnya telah mengakhiri hubungan ini…
aku tak tahu apa maksud dan niat dari sohib berbuat seperti ini padaku..
mungkinkah dia merasa iri akan hubunganku dengan sii gadis, karena memang gadislah yang lebih cantik daripada pacaranya sohib..
aku tak tahulah apa motifnya melakukan ini semua..
awalnya aku tak tahu apa yang telah diperbuat oleh sohib sebelumnya,,
ketika aku menerima balasan pesang singkat dari si gadis sontak akupun langsung kaget akan isi pesan tersebut yang mengatakan bahwa pada intinya gadis menerima akan putusan hubungan tersebut lewat pesan singkat sebelumnya yang dikirimi oleh sohib melalui hpku…
Astagfirullah’hal’azimm…
Apa yang telah diperbuat oleh sohib,
sungguh sangat menyayat hati..
dan yang lebih menyayat hati lagi,,
si gadispun percaya dengan isi pesan singkat tersebut..
ingin rasanya kuperbaiki dan menjelaskan semuanya pada gadis,,
karena sejujurnya, ku tak ingin melihat gadis kecewa
namun apalah mau dikata..
nasi sudah terlanjur menjadi bubur…
sekalipun masih bisa dimakan pastilah sudah berbeda rasanya…
Yaaa Allah,,
inikah sohib yang dahulunya ku anggap kawan kini sekarang menjadi lawanku…
Yaa Allah,,,,
inikah gadis yang selalu kucintai, tapi mengapa dia bahkan tak mengenaliku walau hanya lewat pesan singkat dan mengapa gadis mau ketika hubungan ini akan diputuskan hanya lewat pesan singkat padahal pada awalnya gadis tidaklah pernah mau mengawali semua ini hanya lewat pesan singkat itu pula yang seharusnya dia lakukan ketika akan menyetujui untuk mengakhiri hubungan ini
harusnya dia meminta kejelasan padaku secara langsung bukan menanggapi isi pesan singkat tersebut,,,
sulit memang bagiku…
tapi biarlah, biar semua berlalu…
dan kuhanya bisa tawakal dengan semua ini…
Akupun tak pernah menyesali akan berakhirnya hubungan ini karena aku masih bisa melihatnya bahagia walau tanpa kudampingi…
1 yang hanya kusesali,,
gadis takkan pernah tahu,
bahwa bukan akulah yang memutuskan hubungan ini tapi sohiblah yang memutuskannya…
setiap hari kulihat dia bersama teman-temannya
tawa-candanya selalu terlontar dari bibirnya…
namun ada 1 hal yang sangat melukai hatiku kala ku tahu kabar darinya bahwa dia telah membina hubungan dengan temannya yang juga adalah adik kelasku sendiri…
Ya Allah..
kenapa juga harus dia yang memiliki gadis…
Gadis..
apa tak pernah kau sadari bahwa ku sangat terluka atas hubunganmu itu..
tapi tetaplah dan tenanglah aku kala kuteringat dengan janjiku yang hanya akan membahagiakan gadis apapun itu…
mungkin dangan cara ini gadis akan bahagia disana bersama orang yang memilikinya
dan juga yang akan dia miliki nantinya…
Mungkin selamanya ku tak akan pernah memilikimu gadis,,
tapi hati ini selalu membahagiakanmu gadis,,
walau hanya melontarkan senyum kala melihatmu dirangkul oleh lelaki lain dan kala melihatmu membalas senyuman dariku..
Hilang sudah semua harapan…
Namun tidak dengan perasaan serta janjiku pada gadis…
Dengan seribu kasih sayang, kuberanikan diri untuk menelepon gadis..
dan kala itu tak berselang lama gadis langsung mengangkat hpnya dan langsung menyapa dengan suaranya yang khas yang selalu menenangkan hati…
dan akupun langsung mengatakan apa yang ingin kukatakan…
“Gadis InsyaAllah bila nanti selesai kuliah dan sudah memilki pekerjaan yang tetap aku janji aku akan mengkhitbahmu dan ingin langsung menikahimu"…
dan gadispun langsung menjawab,,
dan jawaban inilah yang sampai saat ini menguatkan hatiku….
Gadis menjawab:
Akan kutunggu…..
Sontak,
akupun lansung merasa senang dan bahagia kala mendengar jawaban tersebut walaupun sangat singkat namun sangat menyentuh bagiku….
Akupun berniat..
suatu saat nanti aku akan menagih jawabannya kala aku sudah menyelesaikan fardhu janjiku terhadap gadis untuk menjadi seorang sarjana dan memiliki pakerjaan yang tetap…
Namun pada saat ini,,
aku hanya ingin gadis tahu bahwa perasaanku tak pernah berubah sama sekali..
dan juga perlu gadis tahu bahwa bukan akulah yang memutuskan hubungan in..
serta,, sampai pada saaat ini aku masih menganggap hubungan ini..
karena diantara kita tidaklah pernah ada kesepakatan putus untuk mengakhiri hubungan ini….
AKHIRU’KALLAM
WASSALAM